Ribuan Guru dan Kepsek Se-Kabupaten Sumenep Ikut Diklat Optimalisasi Akun belajar.id

0
29

SUMENEP | LIPUTAN12 – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep gelar pendidikan kilat (Diklat) Optimalisasi Akun Belajar.id sebagai layanan pembelajaran yang diluncurkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia.

Kegiatan itu disambut antusias yang diikuti 1500 guru dan kepala sekolah yang ada di Kabupaten Sumenep yang dilaksanakan melalui via zoom meeting.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, belajar.id merupakan akun elektronik yang bisa digunakan oleh peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan sebagai akun untuk mengakses layanan serta aplikasi pembelajaran berbasis elektronik.

“Akun ini salah satu upaya untuk memudahkan para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan proses belajar mengajar yang target akhirnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” kata Achmad Fauzi, di sela-sela pembukaan diklat secara virtual, di Mandepa Joko Tole Keraton Agung, Kamis (21/07/2022).

Achmad Fauzi menuturkan, para pendidik harus memiliki komitmen dan persepsi yang sama, agar bersama-sama menciptakan sumber daya Manusia (SDM) yang unggul dan profesional dan memberikan perbedaan yang mendasar dalam proses kegiatan belajar mengajar.

“Para pendidik harus mampu meng-upgrade khususnya dibidang digitalisasi tekhnologi, karena transformasi digital menjadi bagian dalam dunia pendidikan di indonesia,” paparnya.

Politisi PDI Peejuangan ini menegaskan bahwa, sebagai tenaga pendidik harus memberikan contoh yang baik, dalam rangka melakukan proses belajar mengajar untuk mencetak generasi yang unggul dan mempunyai daya saing dimanapun mereka berada.

“Sehingga kita harus mempersiapkan mulai dari sekarang untuk generasi kedepannya,” ujarnya.

Pihaknya meminta, penerapan kurikulum merdeka harus disesuaikan dengan kesiapan para pendidik di Kabupaten Sumenep.

“Implementasi kurikulum merdeka ini harus disesuaikan dengan kesiapan masing-masing para pendidik yang ada di Kabupaten Sumenep,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Agus Dwi Saputra menyampaikan, akun belajar.id dibuat dalam bentuk akun Google Workspace for Education, dalam satu integrasi yang dapat digunakan bersama termasuk platform Merdeka Mengajar.

“Platform Merdeka Mengajar untuk memudahkan guru mengajar sesuai kemampuan peserta didik, menyediakan pelatihan guna meningkatkan kompetensi, serta berkarya untuk menginspirasi rekan sejawat,” terangnya.

Ia menjelaskan, kurikulum merdeka akan segera diterapkan di Kabupaten Sumenep walaupun ada beberapa satuan pendidikan yang masih belum menerapkan kurikulum merdeka.

“Masih ada satuan pendidikan yang diberikan kebebasan, mereka yang tidak ikut program di sekolah penggerak bisa ikut mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi. Jadi yang mandiri belajar masih bisa menggunakan kurikulum yang lama tetapi akan ditambah kurikulum merdeka,” jelas mantan Kepala Disperindag Sumenep.

Pihaknya menambahkan, untuk tahap I, kabupaten Sumenep masuk di sekolah penggerak terbanyak se-Jawa Timur di semua jenjang.

“Alhamdulillah untuk tahap I, kabupaten Sumenep yang ikut di sekolah penggerak berjumlah 53 menjadi terbanyak se-Jawa Timur. Dan sekarang totalnya yang ikut di sekolah penggerak ada sekitar 105 mulai guru KB/TK hingga SMA serta pengawas,” tandasnya.

Untuk diketahui, penerapan kurikulum merdeka akan dimulai pada tahun ajaran 2022-2023, dan kegiatan diklat ini dilaksanakan selama tiga hari mulai 21 sampai 23 Juli 2022.

Copyright © liputan12.id 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here