Polisi Lakukan Tes DNA Ungkap Identitas Bayi Tertukar di RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep

0
41

Foto : AKP Dhyani Rahadian Basuki, Kasat Reskrim Polres Sumenep (Dok. Kachonk/liputan12)

SUMENEP|LIPUTAN12 – Kasus dugaan bayi tertukar di RSUD. dr. Moh Anwar Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur sudah memasuki tahap penyidikan dan sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sumenep.

Meski demikian, sampai detik ini salah satu di antara dua bayi yang diduga tertukar itu belum jelas asal usulnya (orang tuanya-red).

Hari ini, Polres Sumenep dibantu tim medis Polda Jatim melakukan tes DNA kepada orang tua dan bayi yang diduga tertukar di Poliklinik Polres Sumenep.

Foto: Poliklinik Polres Sumenep lokasi Tes DNA (Dok. Kachonk/liputan12)

Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Dhany Rahadiyan Basuki menyampaikan, Tim Medis Polda Jatim telah melakukan tes DNA dan pengambilan darah kepada orang tuanya dan juga bayi yang diduga tertukar.

“Kami telah mengambil sampel darah dari bayi dan orang tua bayi untuk kepentingan tes DNA,” kata AKP Dhany, Selasa (1/12/2020).

Menurutnya, sampel darah orang tua dan bayi itu telah dibawa dan akan diproses di laboratorium di Jakarta.

“Hasilnya, kami belum bisa memastikan kapan, yang tahu itu yang dari Polda Jatim (tim Polda Jatim),” ucapnya.

AKP Dhany juga menjelaskan, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan polisi. Hasil penyelidikan itu, kata Dhany, hanya menggunakan tes DNA saja. Pihaknya belum meningkatkan status kasus tersebut ketahap penyidikan sebelum mengetahui hasil DNA, dan melakukan penyelidikan melalui alat bukti lainnya.

“Kita hanya pake tes DNA saja dulu. Setelah laporan, kita sudah periksa saksi, kemudian kita hubungi rumah sakit Bhayangkara. Rekam medis kita tidak menggunakan,” jelasnya.

Pihaknya mengaku, surat Laporan Polisi (LP) dikeluarkan hanya berdasar laporan Subroto dan pemanggilan saksi dari kedua belah pihak yang sedang bersengketa. Bahkan beberapa komponen yang bisa dijadikan pemeriksaan alat bukti juga belum dilakukan. Semisal seperti rekam medis dan rekaman CCTV belum kami diteliti.

“Karena ini masih proses lidik. Ini masih kami dalami apakah ada penukaran atau tidak. Dari pada kami ngumpulin banyak Data tapi ternyata tidak tertukar bagaimana ?,” paparnya.

Di sisi lain, polisi telah memanggil beberapa saksi dari kasus tersebut, di antaranya pihak orang tua bayi dan pihak rumah sakit.

“Kalau laporannya sudah kami terima. Untuk saksinya saya lupa ada berapa. LP nya sudah dibuat, prosesnya sudah berjalan. Saksi yang diperiksa dari pihak orang tua dan rumah sakit,” tukasnya.

Diketahui, Peristiwa Dugaan Tertukarnya bayi Perempuan ini terjadi di RSUD dr. Moh. Anwar milik Pemkab Sumenep, Kejadian langka ini menimpa keluarga pasangan suami istri Subroto (27) dan Norma Ningsih (25) warga Desa Nyabakan Barat Kecamatan Batang-Batang, Sumenep.

Bayi cantik tersebut dilahirkan pada Jum’at 13 November 2020 Kemaren di RSUD setempat dengan perdalinan secara normal. Kemudian, bayi tersebut baru diketahui tertukar pada hari Minggu 15 November 2020 saat ibu sang bayi akan memberikan ASI kepada putri cantiknya.

Dugaan ini bukan tanpa alasan, terdapat perbedaan mencolok antara bayi yang dilahirkan dengan bayi yang ada saat ini. Perbedaan itu terletak pada rambut bayi yang dinilai jauh berbeda.

Reporter: Kachonk
Editor     : Redaksi
Copyrigh © Liputan12 2020

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here