Pasca Ditemukan Melahirkan, Penyandang Disabilitas Mental Terlantar dan Bayinya Diserahkan untuk Reunifikasi

0
41
Kabid Dayasos Dinsos Kabupaten Bogor, Drs. Dian Mulyadiansyah, M.M., didampingi Kabid Rehsos Elfi Nila Hartani, S.Pd., M.M., menyerahkan penyandang disabilitas mental berinisial L (ibu) beserta bayinya kepada Kepala BRSPDM "Phala Martha" Sukabumi mewakili Kemensos RI, di Graha Panca Karsa Pelayanan Sosial Satu Pintu, Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), Kamis (25/3/2021).

BOGOR | LIPUTAN12 – Setelah sebelumnya melakukan Reunifikasi atau pengembalian seorang penyandang disabilitas mental yang terlantar selama 2 tahun ke pihak keluarga, Dinas Sosial Kabupaten Bogor juga melakukan penyerahan penyandang disabilitas mental terlantar berinisial (L) beserta bayinya kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) melalui Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental (BRSPDM) “Phala Martha” Sukabumi, untuk selanjutnya dilakukan Reunifikasi kepada pihak keluarga di Ponorogo, Jawa Timur.

Serah terima kepada BRSPDM “Phala Martha” mewakili Kemensos RI, dilakukan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial (Dayasos) Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor, Drs. Dian Mulyadiansyah mewakili Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor dengan didampingi Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Elfi Nila Hartani, S.Pd., M.M., di Graha Panca Karsa Pelayanan Sosial Satu Pintu, Sistem Layanan dan Rujukan Terpadu (SLRT), Kamis (25/3/2021) siang.

Menurut Kabid Dayasos Dinsos kabupaten Bogor, perempuan berinisial (L) ini merupakan seorang penyandang disabilitas mental (PDM) terlantar yang ditemukan melahirkan di rumah kosong oleh warga desa Cijujung, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor pada Selasa (2/3) beberapa waktu lalu.

“Setelah ditemukan, lalu L dan bayinya oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Dinsos kabupatan Bogor dengan dibantu warga dibawa ke klinik terdekat untuk menjalani perawatan kesehatan. Selanjutnya si Ibu dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Kota Bogor untuk mendapatkan rehabilitasi medis,” ungkap Drs. Dian Mulyadiansyah kepada liputan12, Kamis sore.

“Sementara untuk perawatan bayinya, kita rujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong,” sambung pria yang akrab disapa kang Dian ini.

Dian juga menjelaskan, pasca selama 23 hari ibu L dan bayinya mendapatkan pelayanan kesehatan di RS, selama itu pula petugas dinsos mencoba menelusuri asal muasal L, sampai akhirnya kami dapat mengungkapkan darimana L berasal.

“Ya, setelah mencoba menelusuri dan juga menggali informasi dari L sendiri, akhirnya kami temukan bahwa yang bersangkutan berasal dari salah satu tempat di daerah kabupaten Ponorogo Jawa Timur,” jelas Dian.

Masih kata Dian, usai ditracing alamat keluarga diketahui keluarga L di Ponorogo dalam kondisi sosial ekonomi tidak mampu dan memerlukan bantuan dari berbagai pihak untuk pemulangan L dan bayinya.

“Lalu kami pun melakukan koordinasi dengan pihak Dinsos Kabupaten Ponorogo dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Mental “Phala Martha” Sukabumi, untuk mereunifikasi L dan bayinya ke keluarganya di Ponorogo,” papar Dian.

Sementara, Kepala BRSPDM “Phala Martha” Sukabumi menegaskan bahwa sinergitas penanganan penyandang disabilitas mental sangat dibutuhkan guna memberikan pelayanan atensi bagi pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS).

“InsyaAlloh, kami akan mereunifikasi secepatnya nyonya L dan bayinya agar dapat berkumpul kembali dengan pihak keluarganya di Ponorogo,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bogor DR. Mustakim menegaskan bahwa dengan adanya Graha Panca Karsa Pelayanan Sosial Satu Pintu merupakan satu upaya dari pemerintah daerah kabupaten Bogor untuk memberikan pelayan Cepat, Tepat dan Terukur.

“Ini tentunya sesuai dengan harapan Bupati Bogor Ade Yasin, dalam meningkatkan kesejahteraan sosial bagi para PPKS, dan wujud nyata dari aksi Karsa Bogor Maju,” singkatnya.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here