Kasus Dugaan Korupsi PT. PPE, Hingga Kini Kejari Cibinong Belum Tetapkan Satupun Tersangka

0
39
Munaji, S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong.

BOGOR | LIPUTAN12 – Penangangan kasus Perseroan Terbatas (PT) Prayoga Pertambangan dan Energi (PPE) yang diduga merugikan uang rakyat senilai kurang lebih Rp80 miliar, diduga masih jalan di tempat.

Pasalnya, kasus yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor sejak awal tahun 2018 silam, hingga kini masih dalam tahap menunggu hasil audit dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

“Terkait kasus PT. PPE itu masih berjalan, dan kita masih menunggu hasil audit dari BPK Pusat,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Bogor, Munaji, saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (12/4/2021).

Ia melanjutkan, kasus dugaan itu, pihaknya masih belum bisa berbuat banyak dan prosesnya masih dalam tahap penyidikan.

“Kasusnya kan sudah tahap penyidikan, jadi persoalan itu masih tetap berjalan kok. Tenang saja, saya juga masih menunggu hasil audit dulu dari BPK,” kilahnya.

Namun, ketika disinggung kapan waktu pasti hasil audit itu akan selesai dilakukan oleh BPK RI, Kajari menjawab “Kita nggak tahu lah untuk kapan selesainya audit itu dilakukan, karena itu merupakan ranah BPK pusat. Kalau kita hanya menunggu saja,” paparnya.

Menurutnya, audit yang dilakukan BPK RI bertujuan untuk mencari tahu terkait nilai kerugian negara yang dilakukan oleh direksi PT. PPE milik Pemkab Bogor itu sewaktu dipimpin oleh Radjab Tampubolon.

“Audit itu tujuannya untuk mencari tahu kerugiannya berapa, ke mana saja larinya uang milik negara tersebut yang menyebabkan kerugian bagi negara hingga mencapai puluhan milyar,” akunya.

Selain itu, masih kata Munaji, sampai saat ini dari kasusnya sendiri masih belum menetapkan satu orang pun tersangka, dari total puluhan orang yang dipanggil menjadi saksi.

“Termasuk mantan Dirutnya pak Radjab Tampubolon itu sejauh ini masih berstatus saksi,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, terkait PT Prayoga Pertambangan dan Energi (PT PPE) yang ditaksir mengalami kerugian Rp80 miliar, yang mana uang sebesar itu adalah bagian dari dana penyertaan modal dari Pemkab Bogor kepada PT PPE yang totalnya mencapai Rp200 miliar. **

Redaktur      : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here