Warga Desa Sirnagalih Dibebankan Rp 500 Ribu untuk Program PTSL

0
42

BOGOR | LIPUTAN12 – Warga Desa Sirnagalih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor mengeluhkan biaya program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dibebankan oleh pihak Desa yang mencapai senilai Rp700 ribu per sertifikat.

Hal itu tentunya diduga bertentangan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yang menetapkan bahwa besaran biaya PTSL di wilayah Jawa dan Bali sebesar Rp150 ribu per sertifikat.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan nama nya mengungkapkan bahwa pihak desa memberikan biaya PTSL kepada warga sebesar Rp500 ribu per sertifikat.

“Saya juga paham berapa biaya untuk pengurusan PTSL, dan sudah ditetapkan hanya sebesar Rp150 ribu berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (2/3/2021).

“Biaya PTSL itu, lanjutnya, awalnya sebesar Rp700 ribu, namun karna masyarakat mengeluh dengan adanya pungutan Rp700 ribu, akhirnya dimusyawarahkan menjadi Rp500 ribu,” imbuhnya.

Kepala Desa Sirnagalih, Amat Suparta saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, membenarkan betul ada biaya sebesar Rp500 ribu.

“Tapi lebih jelasnya lagi, langsung tanyakan saja sama Andri, dia sebagai ketua pokja PTSL sekaligus kaur pemerintahan di desa Sirnagalih,” singkat Kades.

Andri selaku ketua pokja PTSL ketika ditanya, ia pun menjelaskan, betul kang, jadi anggaran yang Rp500 ribu itu untuk biaya operasional. Menurutnya, memang berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri cuma dianggarkan sebesar Rp150 ribu.

“Namun, sekarang kan gak mungkin dengan anggaran Rp150 ribu bisa menutupi untuk para pengukur, belum untuk biaya penginapan, makan dan yang lainnya,” jelas Andri.

“Dengan anggaran itu juga kita menutupi berkas-berkas semacam materai 10 ribu, sedangkan 1 berkas saja sudah 8 materai, berarti sudah Rp80 ribu,” Andri menambahkan.

Kami, lanjut Andri, bermusyawarah dengan para seluruh ketua RW/RT beserta beberapa tokoh masyarakat ikut hadir dalam musyawarah tersebut dan juga ada kesepakatan dengan tarif PTSL sebesar Rp500 ribu tersebut, sedangkan untuk biaya di luar itu kebijakan dari RW/RT.

“Adapun pihak desa memberikan keringanan untuk warga yang tidak mampu, di mana dalam keringanan tersebut pihak desa memberikan keringanannya dengan dicicil,” kata Andri. ***

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here