Tidak Masuk Daftar, Dandim 0827/Sumenep Gantikan Bupati Disuntik Pertama Vaksin Covid-19

0
23

SUMENEP | LIPUTAN12 – Proses vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dimulai pada hari Kamis (28/1/2021). Komandan Kodim 0827 Sumenep Letnan Kolonel Infanteri Nur Kholis jadi yang pertama divaksin oleh petugas yang bertempat di Pendopo Agun Kabupaten Sumenep.

Hadir pada acara tersebut, Bupati Sumenep, KH. A. Busyro Karim, MSi. Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Nur Cholis, Ketua DPRD, Kejari, Ketua tim Gugus Covid -19, Kepala Dinas Kesehatan Agus Mulyono, Forkopimda serta tokoh masyarakat.

Sedangkan Vaksin yang dikirim ke Kabupaten paling ujung timur ini sebanyak 2.480 dengan sasaran Forkopimda, Tokoh Agama, Tokoh masyarakat dan para petugas medis.

Bupati Sumenep, A. Busyro Karim, M.Si menyampaikan, seluruh jajaran Forkopimda dan Organisasi Masyarakat (Ormas) dilakukan vaksinasi pada tahap awal sebagai upaya menangkal keraguan masyarakat akibat berita hoaks yang beredar tentang vaksin.

“Itu ingin memberikan kepercayaan kepada seluruh masyarakat,” terangnya pada media ini, Kamis (28/1/2021).

Secara pribadi, orang nomor satu di Sumenep itu tidak divaksin disebabkan karena faktor usianya sudah 60 tahun. Dia juga pernah terkonfirmasi positif covid-19, sehingga dilarang dalam petunjuk teknis untuk dilakukan vaksinasi.

“Kalau saya kan tidak diperbolehkan karena faktor usia, selain itu saya pernah terkonfirmasi positif, jadi kekebalan secara alami sudah terbentuk, jadi untuk sementara dilarang vaksin,” ungkapnya.

Selain itu, Bupati Dua Periode ini menjelaskan, pada proses vaksinasi itu pihaknya berharap penyuntikan vaksin pada jajaran Forpimda, tokoh NU, Muhammadiyah dan lainnya bisa menjadi contoh pada masyarakat agar tidak takut divaksin.

“Sekali lagi vaksin ini dipastikan aman dan halal. Jadi ini para tokoh dan Forpimda sudah memulai duluan, selain itu juga tenaga kesehatan serentak hari jni di mulai divaksin, jadi tidak usah takut dan terpengaruh pada berita hoax,” harapnya.

​Meski sudah dilaksanakan vaksinasi, Bupati A. Busyiro Karim mengingatkan masyarakat untuk agar tidak boleh lengah.

“Kita tidak tahu selesainya pandemi ini sampai kapan. Ini adalah salah satu ikhtiar kita untuk membentuk herd immunity sehingga dapat melindungi keluarga dan orang-orang di sekitar kita yang tidak dapat divaksinasi,” terangnya.

Sementara itu, Dandim 0827 Sumenep, Letkol Inf. Nurcholis yang jadi orang pertama di sumenep untuk di lakukan vaksinasi menuturkan, vaksin Covid-19 sinovac sudah dipastikan aman dan halal oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Menurutnya, program pemerintah ini tidak akan mungkin menyusahkan rakyatnya.

“Yang perlu digaris bawahi ya tidak mungkin pemerintah mau mencelakakan rakyatnya dengan vaksin ini. Vaksin ini aman dan halal tidak seperti yang tersebar dalam hoax kebanyakan. Jadi masayarakat tidak perlu takut,” tegasnya.

Sesuai mekanisme, di lokasi Vaksinasi, ada empat meja yang masing-masing memiliki tahapan. Di meja pertama untuk registrasi. Para calon penerima vaksin menunjukkan e-tiket dan KTP untuk konfirmasi kelayakan menerima vaksin. Kemudian, di meja kedua dilakukan proses skrining. Di meja tersebut petugas memeriksa calon penerima vaksin. Pemeriksaan dilakukan dengan menilai terkait bebrapa aspek kesehatan.

Jika lolos di meja kedua, maka akan berlanjut pada meja ke tiga. Disinilah proses vaksinasi dilakukan. Antara laki-laki dan perempuan disediakan tempat terpisah. Lantas berlanjut ke meja keempat untuk pencatatan dan pemberian kartu vaksinasi.

“Alhamdulillah, proses dari meja pertama sampai ke empat berjalan dengan aman. Setelah disuntik juga tidak terasa sakit, saya berharap seluruh masyarakat Sumenep mendapat vaksinasi yang sama sehingga herd immunity dapat terbentuk dan semua masyarakat terbebas dari covid-19,” tandasnya.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here