Terkait Eks Napi Koruptor Nyalon Kades, Ini Penjelasan DPMD Kabupaten Sumenep

0
102

SUMENEP | LIPUTAN12 – Merespon terkait adanya bakal calon (Balon) kepala desa (Kades) yang pernah menjadi mantan narapidana korupsi, pada pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak 2021 di Kabupaten Sumenep bulan Juli mendatang, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa (Pemdes) pada Dinas Pemberdayaan Masyarakan dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Supardi menyampaikan, jika benar terdapat balon kades yang diduga pernah berurusan dengan tindak pidana korupsi, Ia mengarahkan untuk mengecek dan menanyakan kepada Pengadilan Negeri sebagai bahan referensi.

“Kita tidak tahu, karena kalau tindak pidana korupsi (Tipikor-red) itu bukan kayak pidana umum seperti pencurian, saya tidak paham hukum,” kata Supardi, Kamis (3/6/2021).

Ia mengatakan bahwa dalam peraturan bupati (perbup) yang ia ketahui salah satu contohnya yang berbunyi jika terdapat calon pendaftar yang pernah diancam pidana selama 5 tahun itu tidak diperbolehkan mendaftar.

“Suara itu (dugaan mantan napi tipikor-red) sampai ke telinga kami, kami akan bahas dan ketemu dengan tim Kabupaten hari Selasa. Kami sudah jadwalkan dan kirimkan surat untuk rapat dengan tim Kabupaten. Ini sudah direncanakan ketemu dengan tim Kabupaten, kalau kita disuruh jawab soal pidananya, kita tidak tau,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, terdapat salah satu bacakades Desa Poteran, Kecamatan Talango, berdasarkan putusan pengadilan Nomor: 01/Pid.sus/TPK/2017/PN.Sby dalam amar putusan yang bersangkutan diputus bersalah melakukan tindak pidana korupsi (tipikor), sebab korupsi merupakan kejahatan luar biasa yang menjadi musuh bersama.

Pada Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) menerangkan, bahwa yang bersangkutan pernah memiliki catatan tindak pidana “Korupsi” sebagaimana diatur dalam pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31/1999 Jo nomor 20 tahun 2021 tentang tindak pidana korupsi.

Di momentum Pilkades serentak, masyarakat bisa menemukan sosok pemimpin yang berintegritas sehingga dapat melayani masyarakat dengan baik, serta dibutuhkan pemimpin yang jujur, agar bisa menyelenggaran Pemerintahan Desa yang baik yang bebas korupsi.

Redaktur   : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here