Terseret Kasus Penyelewengan BBM Bersubsidi, Komisi II DPRD Sumenep Sidak PT Pelita Petrolium Indonesia

0
32

LIPUTAN12.ID|SUMENEP – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, melakukan inpeksi mendadak (Sidak) ke tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar, yang diduga ilegal milik PT. Pelita Petrolium Indonesia (PPI) Cabang Sumenep, di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, Jumat (13/12/2019).

Subaidi selaku Ketua Komisi II DPRD Sumenep mengungkapkan bahwa, sidak yang dilakukan bersama anggota komisi, bertujuan ingin mengetahui secara langsung keberadaan tempat penimbunan BBM jenis solar yang diduga ilegal itu.

PT Pelita Petrolium Indoasia (PPI) Cabang Sumenep, yang dikepalai (inisial M-red), awal dari terbongkarnya sindikat kasus tersebut, yang juga menyeret salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yaitu PT. Sumekar Line, yang diduga sebagai pembelinya.

“Yang pasti kami akan memanggil pihak Sumekar Line untuk meminta penjelasan terkait kasus yang sudah masuk ke ranah hukum, dalam hal ini ditangani Polda Jatim,” terangnya pada awak media.

Atas kasus itu, Ketua Komisi II DPRD Sumenep mengaku merasa miris. Apalagi menurutnya, di dalam praktek ilegal kasus BBM bersubsidi tersebut terlibat salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemerintah kabupaten Sumenep.

“Kami merasa prihatin dan merasa kurang nyaman atas kejadian ini. Karena salah satu mitra kerja Komisi II DPRD Sumenep, yakni Sumekar Line juga diduga terlibat,” ungkapnya.

Politisi PPP itu telah berupaya memanggil pihak PT Sumekar Line BUMD Sumenep yang saat ini terlibat dalam praktek ilegal kasus BBM subsidi jenis solar. Namun kata Subaidi, dari pihak PT Sumekar Line tidak satupun yang datang menghadiri undangan Komisi II.

“Sebelum kasus ini ramai, kami sebetulnya sudah undang secara resmi untuk berbicara, tapi tidak ada yang datang. Dimana rencananya dalam rapat itu kami akan menanyakan rancangan kerja PT Sumekar Line,” jelasnya.

Termasuk ditegaskannya, pihaknya memastikan akan ada sanksi bagi salah satu BUMD yang jadi mitra kerjanya jika nanti memang terbukti melanggar aturan.

“Kalau memang benar pasti ada sanksi. Karena ini juga menyangkut nama baik kita,” tegasnya.

Pengungkapan itu berawal dari tim penyidik Unit II Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim menemukan tiga (3) buah tangki warna hitam berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar Milik PT Pelita Petrolium Indoasia (PPI) Cabang Sumenep, yang berlokasi di Desa Kebundadap Barat, Kecamatan Saronggi, yang diduga tidak dilengkapi dengan izin usaha penyimpanan dan izin usaha niaga.

Dimana dalam prakteknya Inisial M ini selaku Kepala Cabang PT Pelita Petrolium Indoasia selanjutnya dijual kembali ke Unit Kerja Pegaraman 1 (Anak perusahaan PT Garam) di Kabupaten Sumenep, PT Dharma Dwipa Utama, PT Pundi Kencana Makmur dan PT Sumekar Line yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pemerintah kabupaten Sumenep.

Reporter: Imam Kachonk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here