Soroti Kinerja Kapolsek Masalembu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Sumenep Minta Kapolres Segera Lakukan Evaluasi

0
37
H. Zinal Arifin, S.H., Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPDRD Kabupaten Sumenep (Dok. Kachonk/liputan12).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Viralnya pemberitaan yang sudah beredar dalam kurun waktu dua hari terakhir, yang berisi keluhan masyarakat dan pemerintah desa (Pemdes) yang ada di Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep terhadap kepemimpinan Kapolsek Masalembu Iptu Sujarwo, menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari politisi PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep.

H. Zainal Arifin, S.H., Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Sumenep, menanggapi hal itu mengatakan bahwa dirinya sebagai kepanjangan tangan rakyat meminta Kapolres AKBP Rahman Wijaya, sebagai pemegang kendali kepemimpinan tertinggi institusi kepolisian di wilayah hukum kabupaten Sumenep, untuk segera melakukan langkah evaluasi terhadap kinerja bawahannya tersebut.

“Sebaiknya dan secepatnya, Kapolres segera melakukan evaluasi,” kata H. Zinal Arifin, Senin (9/8/2021).

Ia mengingatkan, jika keluhan masyarakat tidak segera direspon baik oleh pihak kepolisian, akan brimbas terhadap ketidakpercayaan publik terhadap institusi penegak hukum tersebut.

“Jangan hanya karena satu orang anggota, membuat masyarakat tidak percaya lagi terhadap kepolisian,” ucap Zainal.

Lebih jauh, mantan kepala desa (Kades) di Kecamatan Ambunten ini menuturkan bahwa ini akan menjadi penghambat terhadap kinerja polri saat melakukan fungsi dan tanggung jawab di dalam mengayomi masyarakat di wilayah kerjanya di kecamatan Masalembu.

Sebab, lanjutnya, keluhan atas kepemimpinan kapolsek Masalembu yang sudah beredar di media massa, tidak hanya datang dari masyarakat akan tetapi dari pemerintah desa. Hal ini membuktikan lemahnya kordinasi kapolsek terhadap mitra kerjanya.

“Tentu situasi di atas sangat jelas tidak kondusif, apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang ini, di mana sangat dibutuhkan kerjasama antar lembaga dalam memutuskan mata rantai penularan virus corona ini,” ungkap Zainal.

Kemudian Zainal menambahkan, belum lagi soal kabar keluhan absennya kapolsek Iptu Sujarwo dalam penangan covid-19 ketika terdapat warga yang meninggal dunia akibat terpapar virus covid-19. Ini berbanding dengan visi Kapolres Sumenep sebagai bagian garda terdepan dalam penganan covid-19 sesuai instruksi pemerintah Pusat.

“Ini kemudian tidak tegak lurus dengan upaya pemerintah dalam hal penanganan covid-19. Agar tidak menjadi bola panas, harus segera dilakukan langkah-langkah evaluasi,” tandasnya.

Redaktur   : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here