Sikapi Ambruknya Bangunan PATM Pasca Diresmikan, Komisi III DPRD Sumenep Agendakan Sidak

0
82

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pasca diresmikan secara simbolis pembangunan Pompa Air Tanpa Motor (PATM) di Desa Lebbeng Barat Kecamatan Pasongsongan Sumenep pada Bulan November 2020 lalu, yang menelan anggaran hingga milyar an rupiah, kini sudah beredar foto-foto PATM tersebut sudah ambruk.

Proyek ini merupakan prasarana pengelolaan sumber daya air (SDA) di Kabupaten Sumenep. Air yang difungsikan sebagai normalisasi aliran sungai, sehingga bisa bermanfaat bagi semua masyarakat, khususnya mayarakat desa Lebbeng Barat.

Namun sangat disayangkan, proyek tersebut belum genap tiga bulan setelah diresmikan oleh Bupati A. Buya Busyiro Karim, kini pembangunan yang dibidangi oleh Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPU – SDA) Kabupaten Sumenep ini, sudah beredar foto melalui media watshapp yang memperlihatkan bangunan dinding tebing PATM terlihat terbelah dan rusak cukup Parah.

Sekertaris Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, M. Ramzi mengatakan, kemarin pada Rabu tanggal, 13 Januari 2021 bersama anggota Komisi III lainnya hendak akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke lokasi ambruknya pembangunan Pompa Air Tanpa Motor (PATM) di desa Lebbeng Barat Kecamatan Pasongsongan tersebut.

Sidak, lanjutnya, dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang menyatakan bahwa pembangunan PATM yang ada di kecamatan Pasongsongan itu tidak berfungsi. Jika memang itu tidak berfungsi, kemudian apa yang menjadi penyebabnya? Karena, menurutnya, sangat disayangkan jika proyek teesebut dengan gelontoran dana yang cukup besar tidak dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Sangat disayangkan jika pembangunan itu sudah tidak berfungsi, apa lagi sampai ambruk hanya karena pekerjaanya yang kurang maksimal. Proyek itu menghabiskan dana kurang lebih Rp 5 milyar, masa sekarang sudah ambruk dan sudah tidak berfungsi?Kami Komisi III mendengar kabar itu ingin memastikan betul atau tidak kabar tersebut, dan apa penyebabnya, karena faktor alam atau karena human eror,” ujar M Ramzi saat dikonfirmasi awak media di gedung DPRD Kabupaten Sumenep, Kamis (14/1/2021).

Ramzi menjelaskan bahwa pihaknya sesampainya di daerah sekitar lokasi PATM tersebut, sudah didahului hujan yang cukup deras sehingga mengakibatkan seluruh anggota Komisi III yang akan melakukan sidak terbengkalai.

Sedangkan kata dia, akses jalan ke titik pembangunan PATM merupakan jalan setapak yang penuh lumpur dan licin, sehingga harus dilalui dengan berjalan kaki. Akibatnya seluruh anggota komisi III mengurungkan niatnya, sidak pun harus tertunda dulu dan dipastikan akan mengatur ulang jadwal kembali. Kendati demikian, ia memastikan akan melakukan sidak ke lokasi PATM yang ada di Desa Lebbeng Barat Kecamatan Pasongsongan

“Baru nyampek di situ sudah turun hujan. Sampai dua jam menunggu di rumah warga, sehingga kami kembali karena tidak bisa. Asuk ke lokasi, tapi Dipastikan kami akan mengatur jadwal kembali untuk sidak,” jelasnya.

Kami, lanjut M. Ramzi, tidak bisa mengkonfirmasi lebih lanjut mengenai foto yang beredar, karena pada saat yang bersamaan pihaknya sedang terburu-buru dikarenakan ada kegiatan yang lain.

“Sebagai anggota dewan perwakilan rakyat Sumenep. Ia menyampaikan, akan memberikan keterangan lebih lanjut untuk melakukan Sidak ke Lokasi PATM,” tukasnya.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here