Sebut 5 Kecamatan Berada dalam Kemiskinan Ekstrim, Wabup Sumenep Ajak Sinergi Semua Pihak Termasuk Swasta

0
83

SUMENEP | LIPUTAN12 – Wakil Bupati Sumenep Nyai Hj Dewi Khalifah mengatakan terdapat 5 Kecamatan di wilayah Kabupaten Sumenep yang berada di garis kemiskinan ekstrim.

“Dari 5 Kecamatan tersebut ada 25 Desa yang perlu perbaikan ekonominya,” kata Nyai Hj. Dewi Khalifah kepada awak media usai mengikuti rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Senin (13/6/2022) kemarin.

Berdasarkan keterangan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep pada Januari 2022 lalu, 5 kecamatan tersebut, yaitu kecamatan Arjasa, Batang-Batang, Pragaan, Lenteng dan kecamatan Sapeken.

Kondisi ini menjadi perhatian khusus Pemkab Sumenep untuk melakukan serangkaian kebijakan yang dapat mendorong peningkatan ekonomi guna mengentaskan kemiskinan ekstrim, di antaranya mendorong pengembangan desa wisata di daerah-daerah kemiskinan ekstrim.

“Misalnya, ada kecamatan yang kita jadikan desa edukasi atau ada desa yang kita dorong menjadi desa wisata,” paparnya

Berikutnya, kata dia, Kabupaten Sumenep memiliki banyak komoditas untuk diolah menjadi produk UMKM yang merupakan salah satu elemen penting dalam ekosisten bisnia pariwisata. Pemerintah berjanji untuk hadir memberikan fasiltas yang dapat menopang eksistensi produk UMKM.

“Nanti kita coba membantu membranding potensi 5 kecamatan ini dengan keunggulan yang berbeda. Sehingga diharapkan kecamatan bisa saling bersinergi untuk menjadi desa wisata di kabupaten Sumenep,” urainya

Namun demikin, pihaknya menyadari bahwa pada setiap kebijakan yang mengarah terhadap perbaikan ekonomi tidak bisa tercapai apabila hanya dibebankan kepada pemerintah tanpa adanya keterlibatan publik pada setiap prosesnya.

Untuk itulah pihaknya mengajak semua pihak untuk bersinergi termasuk swasta, sebagai wujudnyata dari implementasi Gotong-royong di dalam pembangunan negara. Ia juga berjanji akan meminta seluruh jajaran OPD untuk menjadi fasilitator atau menjembatani kolaborasi semua pihak tersebut

“Kegiatan ini bukan hanya tanggung jawab Pemkab Sumenep saja tetapi kami juga mencoba untuk berkoordinasi dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, melibatkan faunding,” tandasnya

Pihaknya juga berharap masyarakat di 5 kecamatan itu jangan berkecil hati dan tetap menanamkan kepercayaan dengan semangat memperbaiki ekonomi. Sebab Pemkab Sumenep akan selalu hadir pada setiap kesulitan yang dihadapi masyarakat.

“Yang terpenting masyarakat harus berikhtiar dan tidak berputus asa karena banyak potensi kawasan Sumenep yang bisa kita kembangkan dan itu sangat prospek untuk kita tingkatkan mutunya sehingga menjadi potensi,” harapnya

Perlu diketahui kemiskinan ekstrim menurut Bank Dunia ialah Bank Dunia ialah penduduk yang berpenghasilan rata-rata di bawah PPP 1,99 dolar AS per kapita per hari, atau sekitar Rp12.000 per kapita per hari.

Editor                    : Lekat Azadi
Copyright © liputan12.id 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here