Rumah Warga Miskin Roboh Tak Tersentuh Bantuan, Pemdes Pakondang Terkesan Tutup Mata

0
46
Sumawi (52) tahun, warga Dusun Banakaja RT 04/RW 03 Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, di depan rumahnya yang roboh seketika akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi pada Senin (25/1/2021).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Nasib Sumawi (52) tahun, warga Dusun Banakaja RT 04/RW 03 Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep kini hanya bisa bersikap pasrah setelah beberapa pekan lalu, tepatnya tanggal 25 Januari 2021, rumahnya roboh seketika akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

Sumawi yang tinggal bersama dengan saudaranya yakni Sunab (56) tahun, setiap harinya bekerja sebagai tukang kayuh becak. Namun, akibat bencana tersebut akhirnya barang – barang yang dia miliki untuk sementara ditaruh di rumah saudaranya setempat.

Bukan tanpa alasan, Sumawi saat ini mencoba membangun tenda dengan terpal untuk dijadikan tempat istirahat dan tidur dengan beralas tikar, apabila ada hujan dan angin yang sangat kencang ia langsung pindah numpang ke rumah sekitar.

“Alhamdulillah, kemaren sudah ada bantuan dari BPBD Sumenep, ini sudah dibentuk Tenda, tapi sekarang saya bingung bagaimana untuk membangun kembali rumah ini,” ucapnya seraya bersedih saat ditemui media liputan12 di rumahnya, Senin (1/2/2021).

Bangunan rumah Sumawi (52) tahun, warga Dusun Banakaja RT 04/RW 03 Desa Pakondang, Kecamatan Rubaru, Kabupaten Sumenep, roboh seketika akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi, Senin (25/1/2021)

Disinggung mengenai bantuan program pemerintah, dirinya mengaku sampai saat ini luput dari bantuan pemerintah Desa maupun daerah dan juga pemerintah pusat. Padahal kondisinya sungguh memilukan. Dirinya sudah jelas merupakan warga miskin.

Dari sekian banyaknya jenis bantuan, terutama saat pandemi Covid-19 mewabah di Indonesia, banyak jenis bantuan yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat untuk masyarakat. Namun sangat disayangkan tak satupun dari jenis bantuan tersebut yang diberikan untuk Sumawi.

Menurutnya, sempat sebelumnya ada dari aparat pemerintah Desa setempat meminta KTP untuk diajukan bantuan, namun setelah ditindaklanjuti lagi justru KTPnya hilang tanpa jejak apapun.

“Bantuannya tidak dapat, malah KTP saya hilang,” terangnya.

Sumawi (52) tahun, bikin tenda di rumahnya yang roboh, bantuan dari BPBD Sumenep.

Untuk memastikan, awak media liputan12 mencoba menyambangi langsung ke kediaman Sumawi, melihat kondisinya saat ini yang sangat memprihatinkan dan mengharukan. Kondisi rumahnya sudah rata dengan tanah. Dirinya Kebingungan untuk membangun kembali tempat tinggalnya tersebut, karena beliau tergolong keluarga yang tidak mampu.

Pihaknya berharap terhadap pemerintah daerah untuk bisa membangun rumahnya kembali yang sudah rata itu, karena akibat bencana yang sudah menimpanya, sehingga ia bisa hidup normal kembali.

“Walaupun saya hanya hidup berdua, saya cuman bisa berdoa dan berharap agar bisa hidup normal kembali, dan bisa membangun tempat tinggal kembali,” tukasnya.

Sementara pihak Pemerintah Desa (Pemdes) saat dihubungi awak media terkait nasib Sumawi, anehnya Kepala Desa Pakondang masih berlagak tidak tau tentang warganya yang tertimpa musibah.

Bila dikonfirmasi berlanjut, Pemerintah Desa Pakondang, melalui Kepala Desa Heriyanto mengaku, bahwa sudah melaporkan hal tersebut ke pihak Pemerintah Kabupaten dengan dalih menunjukkan bantuan yang dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Alhamdulillah sudah ada bantuan berupa sembako dan terpal dari Pemerintah Kabupaten” kata Heriyanto, Kades Pakondang kepada awak media saat dihubungi via pesan singkat Whatsapp, Minggu (31/1/2021).

Kemudian, saat hendak dicoba dihubungi secara langsung (telpon), kades pakondang terkesan tutup mata dan tidak mau banyak komentar terhadap nasib warganya, lalu pihaknya memblokir whatsapp awak media.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here