Rugi Hingga Ratusan Juta, Pengelola PLTD di Pulau Masalembu Mengundurkan Diri

0
41
Ketua Koperlindo Hairul Anwar, ST., M.T., (Dok. Kachonk/liputan12)

SUMENEP | LIPUTAN12 – Pengelola Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kepulauan/Kecamatan Masalembu bakal mengalami kekosongan. Pasalnya, pengelola listrik dari Koperasi Energi dan Ketenagalistrikan (Koperlindo) dipastikan mengundurkan Diri.

Mundurnya pengelola lantaran mengalami kerugian selama mengelola listrik tersebut. Bahkan, selama lima tahun pengelola mengalami kerugian hingga Rp 591 juta. Itu lantaran pendapatan tidak seimbang dengan pengeluaran, baik gaji kuli dan juga perawatan mesin.

Ketua Koperlindo Hairul Anwar, ST., M.T., mengaku sudah mengajukan surat pengunduran diri kepada Pemkab Sumenep sebagai pengelola PLTD di Pulau Masalembu.

“Surat saya ajukan pada hari Rabu (7/1/2021). Surat pengunduran diri sebagai pengelola PLTD Masalembu. Intinya awal pada Februari 2021, kami (Koperlindo- red) bukan lagi pengelola listrik di Masalembu,” ungkap Hairul Anwar kepedia awak media liputan12, Selasa (20/1/2021).

Selama 5 tahun mengelola PLTD Masalembu, Pengusaha Muda Sukses ini mengaku selalu mengalami kerugian. Dirinya terus melakukan subsidi solar, perbaikan mesin dan perbaikan jaringan. Kerugian yang harus ditanggung perusahaan nya berkisar di angka Rp 500-600 juta selama 5 Tahun. Itu semata demi layanan listrik untuk masyarakat Pulau Masalembu, Sumenep

“Jadi setiap tahunnya kerugian perusahaan sekitar 100 juta, mau gimana lagi ya terpaksa kita subsidi. Yang penting jalan dulu, masyarakat bisa menikmati dan nyaman. Itung itung bentuk Ngabdi saya untuk masyarakat kepulauan,” terangnya sambil tersenyum.

Pihaknya mengaku sudah tidak mampu untuk melakukan pengelolaan lagi. Sehingga, langsung mengirim surat ke Pemkab untuk berhenti menjadi pengelola. Mungkin sejak Februari pihaknya mengaku tidak akan melakukan pengelolaan lagi terhadap PLTD Masalembu ini.

“Ya, mau gimana lagi silahkan saja pemkab yang mencari pengelola baru. Yang jelas kami sudah mau mundur,” ucapnya.

Kendati demikian, hingga kini permintaan itu belum disetujui oleh Pemkab Sumenep. Pihaknya tetap diminta untuk mengelola PLTD di MasaLembu hingga Pemkab Sumenep menemukan kontraktor lain yang bersedia mengganti Koperlindo.

“Dalam jangka dua bulan ini kami tunggu, kemarin begitu hasil kesepakatan dari permintaan Pemkab,” tandasnya.

Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here