Puluhan Hektar Tanaman Padi di Kecamatan Batuan Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

0
47

SUMENEP | LIPUTAN12 – Intensitas hujan cukup tinggi dalam sepekan ini mengguyur Kabupaten Sumenep hingga mengakibatkan dua Desa di dua kecamatan mengalami banjir, di antaranya desa Patean kecamatan Batuan dan desa Nambakor kecamatan Saronggi.

Akibatnya, tanaman padi milik petani yang ada di wilayah Kecamatan Batuan terancam membusuk jika banjir tak kunjung surut.

Para petani setempat mengaku pasrah tak bisa berbuat banyak dan bersiap-siap menanggung rugi akibat gagal panen.

Pantauan media liputan12.id di lokasi, nampak puluhan hektar tanaman padi terendam banjir, seperti yang terjadi di Desa Patean Kecamatan Batuan.

Padi-padi petani yang rata-rata baru menanam sekitar satu pekan ini terendam dan hanyut. Bahkan, beberapa benih padi yang siap tanam terbawa air banjir menumpuk di saluran pembuangan.

EL (Inisial) salah satu petani setempat mengatakan, banjir di lahan persawahan itu sudah menjadi langganan setiap musim hujan, pihaknya mengalami kerugian besar. Dan ia mengaku baru menanam bibit padi, bisa-bisa tanaman tersebut mati (busuk) kalau sampai tiga hari tetap tergenang.

“Untuk bantuan masih diajukan oleh Kepala Desa di sini,” kata El ketika ditemui liputan12, Jumat (08/01/2021)

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Sumenep Abd Rahman Riadi mengatakan, selama ini dua lokasi tersebut sudah menjadi peta rawan terjadi genangan air.

Ia menyebutkan, area tersebut merupakan daratan rendah sehingga ketika ada hujan yang cukup tinggi menyebabkan kali Saroka dan kali Anjuk meluap.

“Luapan air itu mengalir ke rumah penduduk. Jadi, solusinya diperlukan pengerukan di kali tersebut,” katanya. Rabu (6/01/2021).

Luapan air hujan dari Kali Saroka dan Kali Anjuk tidak hanya merendam pemukiman, kondisi lahan pertanian di dua lokasi tersebut juga ikut terendam banjir.

Sehingga, tanaman padi yang ada dilahan tersebut rusak. Kemungkinan terburuk pertumbuhannya tidak maksimal dan terancam mati.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (Kadispertahorbun) Sumenep, Arif Firmanto menyampaikan, khusus lahan pertanian yang tergenang banjir dan ada potensi gagal panen, pihaknya sudah mangantisipasi hal tersebut. Di mana, telah disiapkan asuransi atau ada penggantian.

“Untuk menggantikan lahan pertanian yang terdampak bencana banjir, kita sudah menyiapkan bantuan,” jelas Arif Firmanto saat diwawancarai awak media, Rabu (6/1/2021).

Akan tetapi, ia menjelaskan bahwa bantuan tersebut hanya berlaku bagi petani yang ikut asuransi usaha tani padi (AUTP). Bagi yang tidak ikut diharapkan pada Musim Tanam selanjutnya agar mendaftarkan ikut AUTP.

Lebih lanjut, Dispertahorbun juga akan mengajukan bantuan berupa benih untuk tanaman yang rusak.

“Kami sudah ke lapangan langsung, kita lihat kondisi tanaman sampai 2 hari ke depan,” pungkasnya.

Reporter : Imam Kachonk
Redaktur : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here