Pemkab Sumenep Gelontorkan Rp 8 Miliar Dana Hibah untuk 257 Lembaga Keagamaan

0
18

SUMENEP | liputan12 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep melalui Dinas Sosial Pemberdayaan dan Pelindungan Perempuan dan Anak (Dinsos P3A) menggelontor Rp 8 miliar dana hibah untuk pengelola tempat ibadah dan organisasi atau lembaga keagamaan.

Total penerima bantuan dana hibah di tahun 2022 sebanyak 257, dengan rincian untuk masjid 69 lembaga dan mushollah 165 lembaga, 19 pesantren dan organisasi keagamaan 4 lembaga.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengatakan, pemberian dana hibah ini kepada Pesantren, Moshollah, Masjid dan organisasi keagamaan.

“Ini rehab semua,” kata Bupati Fauzi saat menyerahkan bantuan dana hibah di Hotel Utami, Rabu (27/07/ 2022).

Dana hibah tahun 2022 ini menyesaikan dengan ABPD kabupaten Sumenep. Makanya, hal ini sesuai dengan visi dan misi pemerintah.

Bupati menjelaskan, pihaknya dalam menyalurkan bantuan hibah kepada penerima diberikan secara non tunai melalui Bank BPRS, dengan ketentuan pencairan bantuan dilakukan secara bertahap, yakni tahap I sebesar 70 persen dan tahap II sebesar 30 persen.

“Program bantuan ini, sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap pembangunan pada sektor keagamaan, sebagai upaya membentuk akhlakul karimah atau akhlak mulia,” jelasnya.

Politisi Muda Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) mengungkapkan, seluruh elemen masyarakat, baik pondok pesantren, takmir masjid dan mushalla serta lembaga keagamaan, bersama-sama dalam mewujudkan tatanan masyarakat yang maju dan berakhlak mulia.

“Kami beeharap, para penerima bantuan dana hibah ini, benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya, supaya masyarakat bisa merasakan program pemerintah daerah dalam penguatan bidang keagamaan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep Zulkarnaen menambahkan, penerima dana hibah mendapatkan bantuan hibah bervariasi, mulai Rp10 juta hingga Rp50 juta, menyesuaikan dengan hasil survei tim di lapangan.

“Yang jelas, penerima bantuan hibah itu tidak semuanya sesuai dengan pengajuan proposal, karena ada petunjuk teknis (juknis) yang mengatur besaran bantuannya,” tambahnya

“Jadi, total anggaran keseluruhan sebesar Rp 8 miliar, dan itu termasuk pokir DPRD Kabupaten Sumenep,” tandasnya.

Editor                             : Brolek
Copyright © 2022 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here