Kembalikan Nuansa Keraton, Hari Pertama Dinas Achmad Fauzi Lewati Pintu Labang Mesem

0
96
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat keluar dari rumah dinas melewati Labang Mesem di hari pertama kerja, Senin (1/3/2021).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Hari pertama kerja, Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang baru saja dilantik jadi Bupati Sumenep pada hari Jumat kemarin menyampaikan bahwa mulai saat ini budaya dan tata cara masuk keraton dikembalikan seperti zaman kerajaan. Di mana untuk masuk Keraton dan rumah dinas (rumdis) Bupati harus melalui pintu utama atau yang dikenal dengan nama Labang Mesem.

Hal itu dikatakan Achmad Fauzi sebagai upaya untuk mengembalikan budaya kesakralan Keraton di Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur.

Menurut Achmad Fauzi, dirinya bermaksud memberi tauladan bagi siapapun yang ingin berkunjung ke rumah dinas atau ke kawasan Keraton harus masuk lewat Labeng Mesem tersebut.

“Sebelum dilantik, saya sudah menyampaikan agar budaya dan tata cara masuk keraton diubah, dalam artian dikembalikan ke nuansa kerajaan dahulu. Kemudian di pintu Labang Mesem dan beberapa pintu di Keraton Sumenep harus dijaga oleh pasukan keraton yang akan menggunakan baju adat Sumenep,” kata Achmad Fauzi kepada awak, Senin (1/3/2021).

Bupati Sumenep Achmad Fauzi, Doa bersama di Pendopo saat hendak menuju Kantor Pemkab di hari pertama kerja, Senin (1/3/2021).

Fauzi menuturkan, mengembalikan nuansa Keraton Sumenep seperti tempo dulu tidak semena-mena menjadi kebijakan pemerintah daerah, melainkan tindak lanjut atau masukan dari berbagai elemen yang memang menginginkan agar keberadaan keraton ini benar-benar dijaga kelestariannya.

Ditegaskannya pula bahwa, Pendopo Agung Sumenep ditetapkan sebagai halaman depan. Sementara rumdis Bupati Sumenep adalah bagian belakang.

“Sehingga, seluruh tamu, penghuni, termasuk bupati dan keluarga harus melewati Labang Mesem sebagai pintu utama Keraton,” paparnya.

Selain soal pintu masuk, Politisi PDI Perjuangan itu menjelaskan bahwa jika pada saat melewati kamar raja, pengunjung dan penghuni dilarang merokok di areal keraton.

“Maka dengan berbagai masukan dan pertimbangan, diputuskan seluruh tamu yang ingin masuk ke rumah dinas Bupati harus melalui pintu depan Labeng Mesem. Bahkan termasuk Bupati, Peraturan ini semata mata untuk kembali dan ditetapkan sebagai bentuk penghormatan bagi para leluhur,” jelas Achmad Fauzi.

Lebih lanjut, Suami Nia Kurnia ini menambahkan, ketika akan memasuki keraton melalui pintu utama (Labeng Mesem), maka semua tamu wajib melepaskan sandal atau sepatu, dan baru bisa dipakai lagi ketika sudah melewati ruangan atau ketika sudah di pintu utara.

“Di situ nanti kita juga akan ada petugas yang akan senantiasa mengingatkan, misal ada ya lupa atau yang masih makek sandal atau sepatu,” tegasnya.

Ia juga meminta agar di dalam area Pendopo Agung Keraton Sumenep ataupun di area ‘Andhap Asor’, tidak diperkenankan memainkan atau memperdengarkan musik modern. Yang diperbolehkan hanya musik tradisional atau klenengan.

“Kegiatan yang diijinkan dilaksanakan di Pendopo Keraton hanya kegiatan penting, seperti acara kenegaraan yang berkaitan dengan pemerintahan baik Pemerintah Pusat maupun pemerintah Provinsi,” tandasnya.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here