Jelang Idul Fitri 1442 H, Pemkab Sumenep Resmi Berlakukan Larangan Mudik

0
26

SUMENEP | LIPUTAN12 – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi mengatakan pemerintah melalui surat keputusan Satuan gugus tugas (Satgas) Covid-19 Nomor 13 tahun 2021 tentang larangan mudik, terhitung mulai tanggal 22 April sampai 24 Mei 2021, maka pelarangan mudik secara resmi sudah diberlakukan.

“Hal itu dilakukan dalam rangka antisipasi pelonjakan dan penyebaran Covid-19, berkaca pada tahun 2020 kemarin penyebaran Covid-19 bertambah dan melonjak,” kata Achmad Fauzi saat memimpin apel gabungan kesiapan pengamanan larangan mudik jelang hari raya Idul Fitri di lapangan Apel Sanika Satyawada Polres Sumenep, Senin (26/4/2021) pagi.

Pelaksanaan apel gabungan dalam rangka pengamanan larangan mudik, dihadiri Kapolres Sumenep AKBP Darman, Dandim 0827/Sumenep, Kajari Sumenep, Anggota DPRD Sumenep dan Satpol P Sumenep.

Bupati juga menyampaikan bahwasannya Polda Jatim telah melaksanakan beberapa kegiatan, seperti Operasi Semeru dengan tujuan untuk mensosialisasikan larangan mudik Idul Fitri 1442 H.

“Sehingga dengan adanya aturan tersebut maka pelarangan mudik lebaran secara resmi sudah diberlakukan, kebijakan tersebut dilaksanakan dalam rangka antisipasi terjadinya lonjakan pertanahan angka penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut Achmad Fauzi mengatakan setiap stakeholder terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk bisa melaksanakan penyekatan di lokasi yang sudah di tentukan .

“Kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik saat lebaran sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama manusia agar bisa memutus mata rantai Covid-19,” kata Bupati.

Politisi PDIP ini menuturkan bahwa untuk mensukseskan larangan mudik ini pihak petugas gabungan yang terdiri dari TNI/Polri, Perhubungan dan Satpol PP akan melakukan penyekatan di beberapa titik rawan.

Beberapa titik rawan masuk ke wilayah Kabupaten Sumenep akan di lakukan penyekatan seperti di perbatasan jalur Pamekasan – Sumenep wilayah selatan, wilayah Utara di Kecamatan Pasongsongan dan di wilayah tengah di Kecamatan Guluk Guluk.

“Jam malam diberlakukan, kita tidak akan lalai menjaga dan mengantisipasi penyebaran Covid-19, karena kalau lalai akan berdampak buruk bagi kita semua,” tegasnya.

“Selama ini kita memperbolehkan pelaku ekonomi tetap jualan tapi dengan catatan tetap mematuhi protokol kesehatan dan kami akan selalu melakukan operasi yustisi untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19,” tandasnya.

Selanjutnya dalam melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan mulai 26 April s/d 5 Mei 2021 dengan tujuan melakukan penyegatan dibeberapa lokasi perbatasan baik di Kabupaten/Kota maupun Provinsi.

Puncak kegiatan rutin dukungan Polda Jatim terkait larangan mudik lebaran tersebut akan dilaksanakan operasi ketupat Semeru 2021. Dengan menyisir penyekatan antar provinsi. Selain itu Polda Jatim dan Polres jajaran 20 titik penyekatan yang dibagi postu rayon.

“Dari kegiatan tersebut diharapkan meminimalisir sebagai harus dipatuhi oleh sebagian masyarakat demi mencegah penularan Covid-19,” harapnya.

Pelaksanaan apel persiapan larangan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 H untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya.

“Sehingga kegiatan pengamanan larangan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1442 H dapat berjalan dengan Optimal dan berhasil baik dengan aturan yang telah ditetapkan, khususnya dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah terkait pencegahan penyebaran Covid-19,” tutupnya.

Dalam pelaksanaan kegiatan apel persiapan larangan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri tahun 1442 H ini ada beberapa poin yang paling ditegaskan dan dilaksanakan oleh petugas yang telah ditentukan.

1. Melaksanakan deteksi diri serta pemetaan kerawanan dimasing-masing lokasi. Sehingga Kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran;

2. Melaksanakan koordinasi secara inten dengan stakeholder dalam melaksanakan penyekatan lokasi yang telah ditentukan;

3. Laksanakan tugas secara optimal dengan tetap memperhatikan masing-masing personel sesuai protokol kesehatan yang ada;

4. Tetap meningkatkan kepaswadaan dimasing-masing pos sesuai pos keamanan yang telah ditentukan;

5. Melaksanakan tugas secara profesional serta hindari tindakan arogan guna menghindari kesalahan yang disengaja oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here