Geliat Pancakarsa Tingkat Desa Tergambar di Acara Ngariung Pancakarsa Pokja Wartawan Kabupaten Bogor

0
22
H. Kurniawan, S.Sos., M.Si (kiri), Kepala Desa (Kades) Tarikolot, dan Wawang Sudarwan (tengah), Kades Hambalang serta Putra Gara (kanan) di Acara Ngariung Pancakarsa Pokja Wartawan Kabupaten Bogor, Selasa (8/6/2021).

BOGOR | LIPUTAN12 – Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Kabupaten Bogor melaksanakan acara Ngariung Pancakarsa dengan kemasan diskusi di Sekretariat Pokja, Selasa (8/6/2021) pukul 13.30 WIB.

Acara yang dipandu oleh Putra Gara itu, menghadirkan Kepala Desa Tarikolot H. Kurniawan, S.Sos., M.Si (WK) dan Kades Hambalang – Wawang Sudarwan selaku narasumber.

Dalam paparannya, WK menjelaskan bahwa menjalankan program Pancakarsa itu tidak gampang. Hal itu harus dipahami dulu oleh Kepala Desa, hingga RT dan RW.

“Bila hal itu sudah dipahami, maka program yang ada bisa dikolaborasi dengan semangat Pancakarsa,” terang WK.

WK juga menjelaskan, Pancakarsa di Tarikolat berjalan dengan program semangat Pancakarsa antara lain Bodas (Bogor Cerdas), dengan menyiapkan anggaran PKBM untuk warga yang kejar Paket B atau C.

“Untuk paket C, kita prioritaskan usia produktif dibawah 30 tahun,” kata WK lagi.

Sementara untuk karsa sehat, selain memanfaatkan bantuan pusat dan provinsi dengan program BPJS, Tarikolot juga menyiapkan sarana olah raga untuk warga.

Untuk karsa beradab, WK menyiapkan program desa santri, dimana dengan adanya 10 pondok pesantren dan 137 majlis taklim dan lebih dari 200 ustadz dan ustadzah, memberikan arti tersendiri terkait program Desa Santri.

“Bahkan kaitannya dengan Desa Santri, saya juga buat program Sawitri (Santri, Wisata dan Industri),” terang WK.

Karsa maju dan karsa membangun juga dipaparkan WK guna menselaraskan program Pancakarsa di tingkat desa.

Sementara WS selaku Kades Hambalang lebih memfokuskan program pariwisata di desanya untuk meningkatkan tarap hidup dalam masyarakat.

“Hambalang memiliki pesona alam yang luar biass indahnya, karena itulah program saya lebih terfokus pada sektor wisata,” ungkap WS.

Kendati demikian, terkait semangat membangun dengan program Pancakarsa tetap dijalankan WS, seperti perencanaan membangun studion mini untuk karsa sehat, karsa cerdas dengan tengah menyiapkan 5 PAUD.

“Bahkan dalam program desa, karsa cerdas juga kita tambah dengan tangkas. Jadi cerdas dan tangkas,” terang WS.

Seperti yang kita tahu, Pancakarsa adalah program Bupati Bogor Ade Yasin dan Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan. Program tersebut berkeinginan membangun Bogor yang bukan hanya maju, tetapi juga berkeadaban.

Acara yang juga ada sesi tanya jawab tersebut mampu melihat program Pemerintah Kabupaten Bogor berjalan dari tingkat desa. Karena seperti yang kita tahu, garda terdepan pembangunan bangsa adalah desa.

“Oleh karena itu sudah saatnya semangat Pancakarsa ini bukan lagi membangun desa, tetapi semangat Pancakarsa kita jadikan desa membangun,” terang WK.

Sementara fokus WS di sektor pariwisata untuk desa Hambalang bukan tanpa alasan, tetapi juga amanah Bupati Ade Yasin yang jadi pegangan.

“Apa potensi yang ada di desa, cobalah digali dan dikembangkan. Karena Hambalang memang memiliki fanorama alam yang indah, maka sektor wisatalah yang kami kembangkan,” kata WS memberi alasan.

Redaktur    : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here