Gandeng Komunitas Reaksi, RSJMM Latih ODGJ Seni Sablon Cukil Kayu

0
24

BOGOR | LIPUTAN12 – Menurut catatan sejarah, cukilan kayu atau woodcut atau woodblock prints merupakan tehnik cetak yang paling tua ditemukan, di mana karya cetak ini dilakukan di atas bidang kayu yang ditemukan di negeri China. Di Indonesia tahun 1950 cukil kayu dipopulerkan oleh Suromo Darpo Sawego, sejak masa perjuangan untuk memproduksi poster-poster perjuangan dan selebaran propaganda.

Komunitas Reaksi adalah ruang kreatif berbasis seni grafis, musik, dan rupa, didirikan pada tahun 2017, secara aktif melakukan kegiatan kampanye aspek kesehatan mental melalui medium karya seni musik, edukasi, poster, cetak seni cukil kayu berdesain narasi isu kesehatan mental lintas jejaring komunitas.

Latihan sablon cukil kayu ini pernah diajarkan untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di panti rehabilitasi mental seperti Al Fajar Berseri Kabupaten Bekasi, Zamrud Biru Kota Bekasi, Ruang Kolektif Komunitas Joglo Keadilan Bogor, dan di beberapa tempat lainnya di Jakarta, Bekasi dan Bogor.

Rumah Sakit Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) melalui Instalasi Promosi Kesehatan Jiwa Masyarakat (PKRS), bersama Instalasi Rehabilitasi Psikososial (IRP), mencoba menggandeng Komunitas Reaksi yang bergerak di bidang sosial melalui seni untuk menularkan keterampilan sablon cukil kayu dan keterampilan lainya kepada pasien ODGJ yang sudah pulih dan mandiri di masyarakat, untuk peningkatan keterampilan, media terapi dan pengembangan potensi usaha ekonomi ptoduktif nantinya.

Pelatihan keterampilan sablon cukil kayu pada tahap awal akan direncanakan rehabilitan peserta Day Care IRP RSJMM, yang sudah masuk ketahap pulih, mampu latih serta terkontrol dengan pendampingan dari para instruktur Komunitas Reaksi dan instrukrtur dari IPR, yang difasilitasi oleh Intalasi PKRS RSJMM, yang rencananya akan dimulai pada hari Jumat Pukul 13.00 s/d 14.30 WIB, di minggu pertama, kedua dan ketiga di bulan April 2021.

Rencana kegiatan tersebut disepakati saat digelarnya diskusi bersama antara perwakilan Instalasi PKRS, perwakilan Instalasi Rehabilitasi Psikososial RSJMM bersama perwakilan Komunitas Reaksi di Ruang Latihan IRP, hari Senin 22 Maret 2021.

Iyep Yudiana sebagai Koordinator Lintas Sektor PKRS RSJMM, berharap bila kegiatan pelatihan ini sukses dilaksanakan, bisa dikembangkan kepada rehabilitan lain.

“Kegiatan ini bisa dikembangkan untuk melatih rehabilitan Napza dan ODGJ paska rawat yang sudah ada di lingkungan keluarga,” ujarnya.

Sementara, Syarif Mustopa selaku Kepala Ruangan IRP RSJMM beserta beberapa instruktur lainya, menilai kegiatan ini sejalan dengan program rehabilitasi psikososial.

“Kegiatan ini sejalan dengan program rehabilitasi, karena selain memberikan keterampilan juga bisa dijadikan terapi, selaras dengan konsep rehabilitasi mental sekarang,” ungkapnya.

Komunitas Reaksi yang diwakili oleh Rahmat Setiadi, Boy Neslan dan Amirudin, berharap seni sablon cukil kayu bisa terima oleh semua kalangan.

“Semoga seni sablon cukil kayu dan seni rupa lainya bisa diterima sebagai bagian dari seni terapi rehabilitas tahap lanjut untuk penderita gangguan kesehatan mental dan menjadi kegiatan roda ekonomi secara mandiri bagi ODGJ,” katanya. **

Redaktur      : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here