Dongkrak Ekonomi Pelaku UKM, Pemkab Sumenep Siapkan Pasar Kuliner Berburu Takjil di Bulan Ramadhan

0
30

SUMENEP | LIPUTAN12 – Berburu kuliner di bulan Ramadhan menjadi salah satu kegiatan favorit sembari menunggu waktu berbuka puasa atau yang lebih dikenal dengan sebutan “Ngabuburit.”

Kudapan ringan atau biasa disebut takjil menjadi yang paling diincar masyarakat ketika berburu makanan jelang berbuka puasa.

Untuk mengurai atau mengantisipasi terjadinya penumpukan massa, mengingat saat ini pandemi Covid-19 belum berakhir, Pemerintah Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, akhirnya membuka bazar takjil di hari ketiga bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah tepatnya pada Kamis (15/4/2021) kemarin.

Bazar takjil diselenggarakan di empat titik lokasi, yaitu di Kelurahan Pajagalan, Kepanjin, Karang Duwa dan Kelurahan Bangselok. Semuanya di Kecamatan Kota Sumenep.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi menilai keberadaan pasar murah atau Bazar Takjil Ramadhan mampu mendongkrak perekonomian warga Sumenep, mengingat saat ini di tengah pandemi Covid-19.

Untuk itu, pihaknya berharap keberadaan bazar takjil Ramadhan di Sumenep untuk tahun ini yang di selenggarakan di empat titik lokasi, tentunya semua itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan atau penumpukan massa.

“Dengan empat titik tersebut, diharapkan pengunjung dan pedagang di bazar takjil sama sama mengontrol, terutama dalam penerapan protokol kesehatan (prokes),” ujar Bupati Achmad Fauzi, Sabtu (17/4/2021).

Achmad Fauzi juga mengungkapkan, di tengah kondisi ekonomi yang sedang turun, tidak ada salahnya memperbolehkan masyarakat berjualan. Karena, pasar murah atau bazar takjil Ramadhan menjadi sektor bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Kota Keris ini.

“Penjual dan pembeli saling membutuhkan dengan hadirnya bazar Takjil Ramadhan ini. Pada intinya tetap sesuai protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” jelas Bupati.

Hal senada disampaikan oleh salah satu tokoh pemuda Sumenep, Didi Haryanto, dirinya sangat mendukung dengan diadakannya pasar murah atau bazar tamjil yang ada di Kabupaten Sumenep ini, karena untuk memulihkan perekonomian masyarakat tapi dengan catatan tetap dengan prokes.

“Untuk menghindari keramaian, pemerintah bisa melakukan sosialisasi kepada pedagang supaya tidak terjadi penumpukan masyarakat. Kami minta petugas satpol PP Sumenep untuk terus memantau berjalannya pasar ini, sehingga masyarakat sadar untuk mengjindari kerumunan,” ujar Didik.

Lebih lanjut, Pengusaha sukses di bidang Seni Batik Tulis ini memaparkan, pemerintah kabupaten sumenep khusunya satpol PP yang terus mnjaga di area bazar tersebut harus aktif mengarahkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tempat bazar ini berada di beberapa titik, yaitu terletak di kelurahan Pajagalan, Bangselok, Karangduak dan kelurahan kepanjen.

“Kami minta pelaku usaha itu di pantau saja oleh petugas Satpol PP lebih bagus, untuk mengawasi masyarakat yang datang supaya tidak terjadi kerumunan,” paparnya.

Didik berharap, dengan dibukanya bazar Ta’jil ramadhan ini dapat mendorong munculnya kreatifitas dan variasi jajanan kuliner di Sumenep.

“Sehingga ke depan, dalam jangka panjangnya mampu menarik wisatawan untuk berwisata kuliner,” ucap Didik.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here