Dinilai Ciptakan Malapetaka, FPM Gelar Aksi Demo Tolak Tambang Fospat di Sumenep

0
12

SUMENEP | LIPUTAN12 – Sejumlah mahasiswa yang mengatasnamakan diri Front Perjuangan Mahasiswa (FPM) gelar aksi demonstrasi ke kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, Rabu (7/4/2021).

Aksi mahasiswa kali ini masih menyoal tentang adanya rencana tambang fosfat di Bumi Sumekar. Secara bergilir, mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Orasi mahasiswa ini berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB.

Mereka menolak rencana penambangan fosfat di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumenep. Para mahasiswa menilai Pemerintah telah membuka ruang untuk penambangan fosfat, melalui review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013-2033.

Dari pantauan media liputan12.id, nampak para mahasiswa membawa sejumlah poster bertuliskan “Tolak tambang fosfat, Tambang fosfat malapetaka bagi petani.”

Dalam orasinya koordinator Aksi Arisya Dinda Nurmala Putri menyampaikan bahwa rencana pemerintah melakukan eksplorasi tambang fosfat merupakan ancaman serius bagi masa depan petani di Kabupaten Sumenep

“Kami datang untuk menolak rencana penambangan fosfat di Sumenep,” katanya.

Ancaman itu terlihat di dalam Review RTRW 2013-2033, di mana pemerintah berencana menambah kawasan peruntukan pertambangan fosfat dari delapan kecamatan menjadi tujuh belas kecamatan.

Tentu hal itu, membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Akibatnya akan terjadi konvensi lahan pertanian secara besar-besaran, maka bisa dipastikan RTRW merupakan skema untuk melakukan perampasan lahan-lahan petani

“Dari delapan kecamatan saja membutuhkan 826.000 hektar, apalagi kalau tujuh belas kecamatan. Pasti akan terjadi perampasan lahan secara besar-besaran,” jelasnya.

Menurutnya, pemerintah harus menggagalkan revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang akan menambah wilayah penambangan fosfat.

Yang menjadi objek penambangan fosfat merupakan wilayah pertanian.
Sedangkan kehidupan warga di wilayah Sumenep ini mayoritas sebagai petani.

“Hal ini sangat merugikan masyarakat Sumenep, dan jika tetap dibiarkan legal, warga akan mendapatkan dampak negatifnya,” teriaknya.

Pihaknya berjanji, aktifis FPM akan terus mengawal rencana penambangan fosfat di Kabupaten Sumenep.

Aksi berlangsung damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polres Sumenep. Setelah cukup puas berorasi massa berlanjut ke kantor Bupati Sumenep.

Selain itu secara tertulis mahasiswa juga menuntut, di antaranya;
1. Batalkan segala bentuk skema perampasan lahan dan kebijakan yang merugikan petani.
2. Batalkan wilayah peruntukan pertambangan fosfat di dalam RTRW Kabupaten Sumenep.
3. Tolak tambang fosfat di Sumenep
4. Laksanakan reforma agraria sejati sebagai basis dari terbangunnya industri nasional 2 mandiri
5. Berikan akses seluas luasnya bagi pemuda desa.

Redaktur      : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here