Diduga Kerap Pesta Miras dan Narkoba, Polres Sumenep Dinilai Lalai Tindak Tegas Sejumlah THM

0
82
illustrasi

SUMENEP | LIPUTAN12 – Kepolisian Resor (Polres) Sumenep dinilai lalai dalam menindak tegas tempat hiburan malam (THM) di Sumenep yang diduga kerap dijadikan tempat pesta minuman keras (miras) dan Narkoba.

Berdasarkan laporan masyarakat di Kota Karis, masih ada tempat hiburan yang buka, bahkan diduga menyediakan tempat untuk pesta miras dan narkoba, sehingga hal tersebut dinilai meresahkan masyarakat

Mawardi salah seorang tokoh Masyarakat Sumenep mengungkapkan bahwa kemarin memang Operasi dari anggota kepolisian (Tim Jokotole) di salah satu kafe yang diduga ada pesta miras.

“Kemarin ada anggota Polres yang ke lokasi (kafe JBL-red) tapi tidak tahu seperti apa hasilnya,” kata Mawardi, Selasa (25/5/2021).

Oleh sebab itu, kata dia, jika memang tempat hiburan itu disinyalir akan merusak nama baik Sumenep, seharusnya anggota polres secepatnya bersikap tegas dan sigap jika memang sudah ada laporan semacam itu.

Menurut Mawardi, ini tidak hanya di sana saja, seperti halnya juga di kafe Apoeng Kheta yang sampai saat ini pihak kepolisian belum bisa menindak secara tegas, malah kabarnya saat ini masih buka secara diam-diam untuk dijadikan tempat pesta meras.

“Kami meminta Polres Sumenep segera bertindak tegas kalau ada tempat kayak gituan,” harapnya.

Dikatakannya, pihak kepolisian dari dulu dinilai terlalu sering mengadakan Operasi ke kafe-kafe seperti itu. Malahan yang paling parah di kafe Apoeng Kheta yang sudah jelas-jelas dijadikan tempat pesta meras dan narkoba, dan sampai dilakukan penutupan.

“Akan tetapi kabarnya masih buka kembali secara diam-diam, ini kan dinilai tidak tegas dalam penindakannya,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Widiarti membenarkan bahwa kemarin memang ada tim jokotole melakukan sigap ke kafe JBL, berdasarkan laporan masyarakat yang melalui sambungan telpon, bahwa ada pesta miras.

“Ternyata ketika ditindaklanjuti dan dicek yang menginfokan via telpon itu, tidak ada apa-apa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, ia menegaskan bahwa akan melakukan tindak tegas kepada semua tempat hiburan yang mengadakan pesta miras. Pihaknya berharap jika ada laporan ada pesta miras jangan memberikan info yang salah kepada pihak kepolisian, sebab pihaknya sering dibenturkan dengan orang-orang bahwa ada pesta.

“Jika ada pesta miras akan kita tindaklanjuti, kebiasaan yang ngasih tau (menginfokan-red) sudah selesai baru ngasih tau. Hal itu mau mengadu kita dengan masyarakat, berapa kali kita diberikan informasi yang dibenturkan dengan orang-orang,” bebernya.

Disinggung soal keberadaan kafe Apoeng Kheta, Widi mengaku bahwa masih ditutup sebab masih memproses izinnya, dengan demikian ia meminta untuk turut memberikan informasi jika memang cafe tersebut masih beroperasi kembali.

“Kalau memang buka, minta tolonglah kasih informasi yang jelas pada saat ada pesta, jangan pas sudah selesai baru ngasi informasi,” tandasnya.

Redaktur     : Lekat Azadi
Copyright ©2021 liputan12.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here