Bupati Sumenep Terima Aspirasi AMS Tolak Penambang Fosfat

0
40
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi usai audiensi dengan Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) di Aula Arya Wiraraja lantai 2 Kantor Bupati, Senin (1/3/2021).

SUMENEP | LIPUTAN12 – Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) menggelar audiensi dengan pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Provinsi Jawa Timur di Aula Arya Wiraraja lantai 2 Kantor Bupati, Senin (1/3/2021).

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat kantor Pemkab Sumenep itu, sejumlah mahasiswa menyampaikan aspirasi berkaitan dengan rencana penambangan fosfat yang ada di kabupten pulau madura ujung timur ini.

Kordinator lapangan (Korlap) AMS, Abdul Basith mengatakan pihaknya secara tegas menolak terhadap rencana penambangan fosfat sebagaiamana tertuang dalam review Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2013-2033.

“Kami datang ke sini untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati Sumenep. Kami hanya ingin meminta komitmen Bupati dalam menyikapi persoalan fosfat. Apakah menolak demi kepentingan masyarakat, atau malah mendukung perusahaan penambang fosfat,” kata Abdul Basith usai audiensi.

Kordinator lapangan (Korlap) Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS), Abdul Basith usai audiensi dengan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, Senin (1/3/2021).

Menurut Basith, dari hasil kajian yang sudah dilakukan AMS dengan beberapa aktivis lainnya di Sumenep, kesimpulannya potensi luar biasa yang ada di bumi ini harus dilindungi bersama, baik masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Kami sudah lakukan kajian masif mengenai dampak fosfat ini, kesimpulannya harus kita tolak bersama. Itu yang kami sampaikan di forum audiensi tadi,” terangnya.

Bahkan, berkali kali kami mengatakan, lanjut Basith, ini bukan soal kewenangan pemerintah pusat, akan tetapi soal wilayah Kebupaten Sumenep yang punya hak dan kewajiban untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Kami aliansi mahasiswa Sumenep cukup minta satu pernyataan tegas, yaitu menolak investasi tambang fosfat. Itu saja masih berat banget,” tegasnya.

Pihaknya berjanji akan terus mengawal dan menolak adanya investasi tambang fosfat yang akan menjajah di wilayah Kebupaten Sumenep.

Sementara kedatangan sejumlah aktivis mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sumenep (AMS) ini disambut hangat oleh Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang baru masuk pertama kalinya pada hari ini.

Bupati Fauzi mengaku menyambut baik masukan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat maupun mahasiswa, untuk Sumenep lebih baik ke depan.

“Aspirasi dan masukan seperti ini, kami sambut baik. Ini dinamika yang tidak bisa diabaikan untuk perbaikan Sumenep ke depan,” kata Achmad Fauzi.

Mantan Wakil Bupati Sumenep ini menuturkan, permasalahan seperti apapun, termasuk permasalahan mengenai tambang fosfat, pihaknya berharap harus disampaikan secara tertulis, sehingga bisa menjadi kajian mendalam untuk ditindaklanjuti masalah tersebut.

“Kami terbuka menerima masukan untuk perbaikan Sumenep, termasuk prihal tambang fosfat ini. Saya tadi juga minta ke rekan-rekan mahasiswa agar disampaikan juga secara tertulis, termasuk ke DPRD setempat,” tegasnya.

Dirinya lebih senang membahas persoalan dengan cara duduk bareng bermusyawarah daripada sekadar koar-koar di jalanan ataupun di media. Untuk itu, pihaknya meminta kepada mahasiswa agar mengirim surat resmi kepada pemerintah Daerah untuk membicarakan langsung persoalan fosfat ke depan.

“Sementara RTRW fosfat bukan hanya tanggungjawab pemerintah Daerah melainkan juga tanggung jawab DPRD. Makanya untuk itu poin penting permasalahannya kami minta agar disampaikan secara tertulis. Kemudian akan kami bahas dengan OPD terkait,” tukasnya.

Redaktur      : Lekat Azadi
Copyright© liputan12 2021

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here