Antisipasi Penyaluran Beras ASN Berkualitas Jelek, Tim Monitoring PD Sumekar Sidak ke Gudang Supplier

0
37
Tim Monitoring PD Sumekar Sumenep saat Sidak ke gudang UD Bhakti salah satu Supplier penyaluran beras ASN, Kamis 30 Juni 2022, [Dok. Kachonk/liputan12].

SUMENEP | LIPUTAN12 – Untuk mengantisipasi terjadinya beras jelek atau berkutu, Tim Monitoring pengadaan beras Aparatur Sipil Negara (ASN) PD Sumekar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke gudang Supplier untuk memastikan persedian beras dan kualitas serta harga berasnya.

Sebelumnya, setelah santer diberitakan sejumlah media terkait kualitas beras ASN PD Sumekar yang dikeluhkan banyak pihak lantaran kualitas yang datang tidak sesuai amanah yang tertuang dalam Perbup yang ada.

Sehingga Tim Monitoring besutan Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep (Sekdakab) Sumenep, akhirnya berinisiatif untuk melakukan pengecekan kualitas beras ASN yang dimiliki para supplier di gudang masing-masing.

Hal itu dilakukan, untuk menghindari pendistribusian Beras ke ASN nantinya tidak memenuhi standar sebagaimana diatur dalam peraturan bupati (Perbup).

Sehingga para penerima nantinya dalam hal ini adalah ASN tidak lagi ada yang mengeluh lantaran kualitas berasnya jelek dan dipenuhi kutu.

Tim Monitoring Pengawasan Kualitas dan Harga Beras ASN PD Sumekar Moh. Masuni mengatakan jajaran tim monitoring ini berkomitmen untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras milik para Supplier dalam kondisi baik.

Untuk itu, pengawasan dan pengendalian kualitas dan kuantitas jumlah beras Bulog akan terus dipantau melalui manajemen kontrol kualitas.

“Hari ini kami (Tim Monitoring red) sengaja turun ke gudang maupun sellep para supplier untuk memastikan ketersedian serta kualitas beras yang mereka miliki. Karena kami tidak ingin peristiwa yang sudah terjadi terulang pada pengiriman beras ASN selanjutnya,” kata Moh. Masuni kepada media liputan12, disela sela melakukan pengecekan di gudang UD Bhakti, Kamis (30/6/2022).

Selain itu, pihaknya di lapangan juga mengambil sampel beras dari masing-masing supplier untuk dibawa ke laboratorium (lab) agar kualitasnya beras yang akan dikirim ke ASN, benar-benar sesuai dengan perbup minimal beras yang akan di distribusikan itu berkualitas Medium.

“Jadi tidak ada alasan bagi para suplier nantinya untuk memenuhi kualitas beras sebagaimana yang diperbupkan. Dan bagi mereka yang curang, kami putus kontrak saja. Karena kami tidak ingin programnya pak Bupati ini kembali dibuat main-main,” tegas Masuni.

Disinggung soal stok beras yang dimiliki para supplier, Masuni menjelaskan jika ditemukan adanya kejanggalan, seperti stok berasnya sedikit serta adanya gudang yang diduga hanya dijadikan syarat formalitas saat tim monitoring turun.

“Kalau temuan sebenarnya banyak, cuma tidak perlu kami sebutkan semuanya. Nanti dari tim yang akan menentukan layak dan tidaknya supplier tersebut menjadi patner kami dalam program beras ASN PD Sumekar, karena program Bupati ini benar benar harus dirasakan oleh para petani,” jelasnya.

Untuk diketahui, program penyediaan beras untuk ASN pengadaannya melalui PD Sumekar yang gabahnya diambil dari petani, sebagai salah satu upaya pemberdayaan kepada petani dalam rangka meningkatkan kesejahteraan para petani.

Program beras untuk ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep tertuang dalam Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 64 Tahun 2021 tentang Penyediaan Beras Bagi ASN.

Sementara pantaun tim media di lapangan, tim monitoring besutan Setdakab Sumenep bersama rombongan melakukan pengecekan ke gudang 4 supplier yang selama ini menjadi mitra kerja PD Sumekar Sumenep dalam program mulya Bupati Lora Fauzi, yakni pengadaan beras ASN di lingkungan Pemkab Sumenep.

Berikut nama-nama UD penyuplai beras yang dibagika ke ASN dalam program Bupati tersebut, yakni UD Bhakti milik Fajar Gapura, UD Harapan Jaya milik H. Risnawi, UD Rizki Jaya milik Ardi Marengan, serta UD Beras Saya 552 milik Effendi Parsanga.

Editor                    : Lekat Azadi
Copyright © liputan12.id 2022

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here